SEMINAR MITIGASI BENCANA UNTUK TEKNIK SIPIL

Seminar Regional Keteknik Sipilan Bersama M.Farid Ma'ruf, ST.,MT.,Ph.D.

FKMTSI Reg IX Jawa Timur

FKMTSI Camp 2014 di Universitas Yudharta Pasuruan Bersama Sub Korwil Malang.

BROSUR TEKNIK SIPIL 2014/2015

Penerimaan Mahasiswa Baru Teknik Sipil Tahun Akademik 2015-2016.

Workshop Day 2014 Google SketchUp

Workshop Google SkethUp 2014 oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Yudharta Pasuruan.

Seminar Keteknik Sipilan 2014 Bersama FKMTSI Reg IX

Seminar Keteknik Sipilan "Bahan MPanel Sebagai Bahan Material Bahan Bangunan Pengganti Batu Bata/Bata Ringan dan Teknologi Terbaru Untuk Beton Yang Lebih Ramah Lingkungan.

Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

Sunday, 13 July 2014

Menghitung Luas di AutoCAD

Pastikan program Autocad sudah terinstall di komputer Anda
Versinya bisa mulai versi AutoCad 2004 ke atas;
Buka program Autocad dengan mengklik ikon AutoCad di komputer Anda;

Mulailah menggambar area Seperti biasa.
Buat arsir pada kotak yang telah Anda buat.
 Caranya pilih  => menu Draw >Hatch.. pilih Select Object.. lalu bawa pointer (kursor) ke salah satu sisi kotak yang Anda buat, lalu klik dan tekan enter dan klik Ok.
 Maka arsiran sudah jadi;
=> Langkah selanjutnya bawa pointer (kursor) ke area yang diarsir dan klik satu kali;
Selanjutnya pilih menu Tools > Property.
 Maka akan muncul jendela sebelah kiri. Lalu Lihat pada kolom Geometry.. geser kebawah sampei terlihat Area = .......... m2.

Itulah luas  area yang telah Anda buat. Mudah bukan ?

hitung luas peta autocadBagaimana untuk Area yang tidak beraturan ? Caranya mudah seperti di atas, ikuti langkah-langkah berikut :

Pilih menu Draw > Polylyne;
Bawa pointer dan klik kiri di sembarang tempat satu kali;
Bawa kursor ke arah yang anda kehendaki, ketik jarak yang anda inginkan misalnya angka 15 lalu tekan enter. Lalu kursor bawa ke arah lainnya lalu ketik angka 9 misalnya lalu tekan enter. Lakukan berulang-ulang sehingga membentuk bidang area yang tidak beraturan seperti gambar di atas.
Buat arsir pada bidang yang tidak beraturan yang telah Anda buat, caranya seperti yang sudah saya jelaskan di atas.
Untuk melihat area lakukan juga seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Dan luas area akan terlihat.
Itulah cara menghitung luas area lahan, tanah atau peta dengan menggunakan fasilitas property pada program Autocad. Semoga ada manfaatnya bagi Anda.

Friday, 11 July 2014

Dowload Rumah Minimalis Format DWG


Bagi kamu yang mau download buat referensi ketika mau desain Rumah minimalis dengan Cad. ini hasil mahasiswa sipil UYP ketika masih semester 1 yang sebelumnya takpernah mengenal Cad sama sekali alias masih Awam . monggo di Dowload Klick =>>  Download Button

Saturday, 5 July 2014

REKAYASA TRANSPORTASI

PENGANTAR REKAYASA TRANSPORTASI


TUJUAN INSTRUKSIONAL

Tujuan Instruksional Umum :
Setelah mengikuti mata kuliah, mahasiswa diharapkan mampu memahami tujuan dilakukan rekayasa dalam bidang transportasi
Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mengikuti mata kuliah , mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian transportasi
2. Menjelaskan tujuan rekayasa transportasi
3. Menjelaskan tujuan karakteristik transportasi

Transportasi merupakan bagian dari kehidupan yang kita alami sehari-hari. Saat kita berbicara masalah transportasi, maka terbayang di dalam benak kita mengenai suatu kondisi kesemrawutan di jalan raya. Kemacetan, polusi udara, bahkan kecelakaan. Namun, sebenarnya transportasi tidak sekedar macet, bising, polusi udara dan biaya tinggi, melainkan juga berkaitan dengan hak-hak masyarakat untuk bergerak dan memanfaatkan sarana dan prasarana transportasi untuk mengembangkan diri.
DEFINISI REKAYASA TRANSPORTASI
Apakah rekayasa transportasi itu? Kamus mendefinisikan transportasi sebagai “suatu usaha, tindakan ,proses memindahkan/mengangkut/membawa obyek dari satu tempat ke tempat lainnya” (Morlok,1998). Rekayasa didefinisikan sebagai penerapan kaidah-kaidah ilmu dalam pelaksanaan seperti halnya dengan perencanaan.
Dengan demikian, menurut Khisty,C.Jotin (1990) rekayasa transportasi didefinisikan sebagai “penerapan prinsip-prinsip sains dan teknologi dalam perencanaan, desain fungsional, pengelolaan berbagai fasilitas berbagai bentuk moda transportasi dengan tujuan untuk menjamin pergerakan manusia dan barang yang aman, cepat, nyaman, mudah, ekonomis dan ramah terhadap lingkungan.”

TUJUAN REKAYASA TRANSPORTASI
Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh Khisty,C.Jotin (1990), nampak bahwa tujuan dari rekayasa transportasi adalah untuk menjamin pergerakan manusia dan barang yang aman, cepat, nyaman, mudah, ekonomis dan ramah terhadap lingkungan. Para perencana transportasi harus dapat menemukan dan menentukan kombinasi yang paling optimum dari sarana transportasi dan metode pengoperasiannya pada suatu daerah tertentu.
(ill: daerah Kalimantan dan Jawa).
Dalam hal ini ada dua hal utama yang harus diperhatikan apabila menyelenggarakan transportasi yaitu :
EFISIENSI (Efficiency) DAN KEADILAN (Equity)
Efisiensi berkaitan dengan efisiensi sumber daya (allocative efficiency). Efisiensi merupakan ukuran perbandingan antara seberapa besar input dapat dikurangi dengan output yang dikeluarkan. Dengan demikian semakin sedikit input yang dibutuhkan semakin efisien penyelenggaraan transportasi yang terjadi. Perlu diingat bahwa kegiatan transpor tidak hanya memberikan keuntungan saja namun juga banyak menghabiskan sumber daya sebagai berikut : waktu yang dipergunakan untuk manusia dalam membangun, memelihara dan mengoperasikan sistem transpor, sumber daya energi dan bahan bakar. Oleh karena itu efisiensi merupakan hal yang utama. Karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya energi dan bahan bakar, sumber daya manusia, keuangan dan teknologi semuanya tidak- tak terbatas. Dengan demikian rekayasa tranportasi harus dapat memanfaatkan sumber daya sesedikit mungkin untuk mencapai transportasi yang optimum..
Mengapa keadilan juga merupakan hal yang utama ?
Keadilan atau Equity adalah ukuran yang menunjukkan kesenjangan atau disparitas dalam masyarakat. Kesenjangan bisa terjadi karena perbedaan pengetahuan, akses terhadap sumber daya yang berbeda dan karunia Tuhan yang berbeda. Transportasi harus mampu menjamin dan memberikan akses pada masyarakat tanpa tergantung apakah mereka kaya-miskin, laki-laki perempuan, normal-cacat maupun yang tinggal di kota atau desa. Semuanya mendapat keadilan dari generasi yang sama (intra-generation equity)
Disamping itu keadilan transportasi juga harus diberikan untuk generasi yang akan datang (inter-generation equity). Dampak negatif dari perencanaan seperti perubahan iklim limbah padat yang tidak mudah terurai, maupun pemisahan lahan yang merusak struktur sosial maupun kohesi sosial masyarakat harus dihindari atau dieliminir sekecil mungkin.
KARAKTERISTIK TRANSPORTASI

al-hal mendasar yang perlu diketahui oleh perencana transportasi untuk memecahkan masalah tranportasi adalah : ciri permasalahan transportasi, ciri kebutuhan transportasi, dan ciri dasar pergerakan transportasi.

1. Permasalahan Transportasi
Permasalahan transportasi merupakan salah satu dari masalah-masalah kemasyarakatan. Masalah-masalah transportasi bukan hanya disebabkan oleh keterbatasan sistem prasarana transportasi yang ada namun juga ditambah dengan permasalahan lain , misalnya, pendapatan yang rendah, besarnya urbanisasi, semakin jauhnya pergerakan manusia, semakin meningkatnya jumlah wanita yang bekerja, jumlah pelajar dan mahasiswa yang semakin banyak, dan sebagainya. Oleh karena itu ruang lingkup permasalahan transportasi semakin bertambah luas dan hal ini menimpa semua negara di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Namun terdapat ciri-ciri dari permasalahan transportasi yaitu :
 Adanya peningkatan arus lalu lintas dan kebutuhan akan transportasi
 Adanya pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan mobilitas seseorang.
 Prasarana transportasi yang ada tidak efisien dan terbatas.
2. Kebutuhan Transportasi
Transportasi merupakan kebutuhan turunan, artinya manusia akan melakukan pergerakan untuk memenuhi kebutuhan, akibat kebutuhan yang diperlukan tidak tersedia pada lingkungan di sekitar tempat tinggalnya .

3. Pergerakan Transportasi
Pergerakan non-spasial : semua ciri pergerakan yang tidak melibatkan ruang yang dalam hal ini menyangkut pertanyaan : sebab terjadinya pergerakan, waktu terjadinya pergerakan, jenis dan sarana angkutan yang ada.
Pergerakan spasial : pergerakan terjadi karena manusia melakukan aktifitas di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal mereka (pergerakan yang melibatkan ruang). Pergerakan spasial terkait dengan pola perjalanan orang dan pola perjalanan barang.

4. Kajian Perencanaan Transportasi
Tujuan dari rekayasa transportasi adalah untuk menjamin pergerakan manusia dan barang yang aman, cepat, nyaman, mudah, ekonomis dan ramah terhadap lingkungan. Kajian perencanaan transportasi biasanya melibatkan aspek yang cukup banyak dan beragam. Ciri kajian perencanaan transportasi ditandai dengan adanya:

 Multimoda : kajian perencanaan transportasi selalu melibatkan lebih dari satu moda. Integrasi antar moda memegang peranan yang sangat penting. Ketidakefisienan proses pertukaran moda akan menyebabkan sistem transportasi secara keseluruhan menjadi tidak efisien.
 Multidisiplin: kajian perencanaan transportasi melibatkan banyak disiplin keilmuan, seperti rekayasa, ekonomi, geografi, sosial politik, matematika, informatika dll.
 Multisektoral : kajian perencanaan transportasi melibatkan banyak lembaga maupun pihak-pihak yang terkait dengan perencanaan transportasi.
 Multimasalah : permasalahan yang dihadapi mempunyai dimensi yang cukup beragam dan luas, mulai dari aspek pengguna jasa, rekayasa, operasional sampai dengan aspek sosial.

KETERLIBATAN PARA PROFESIONAL DALAM
REKAYASA TRANSPORTASI
Rekayasa transportasi telah berkembang dengan pesat berkat upaya bersama dari para ahli ekonomi, para insinyur, ahli perencanaan, ahli geografi, ahli matematika, ahli fisika dan ahli sosial. Kajian rekayasa transportasi memang melibatkan banyak disiplin keilmuan karena aspek kajiannya sangat beragam.
Sebagai ilustrasi adalah penyusunan rencana induk suatu terminal bus, dalam kajiannya akan melibatkan seorang ahli perencana wilayah, untuk menentukan lokasi yang baik dari sudut pandang penataan tata ruang dan daerah. Selanjutnya, juga dibutuhkan seorang ahli teknik untuk mengkaji tata letak bangunan di areal terminal serta jenis konstruksi setiap prasarana terminal. Selain itu dalam kajian ini juga akan dibutuhkan seorang ahli transportasi untuk mengkaji dan memperkirakan potensi jumlah penumpang atau pun jumlah bus yang akan dilayani oleh terminal bus itu pada tahun rencana , memperhitungkan lalu lintas yang bakal terjadi akibat penetapan lokasi tersebut, lokasi di kawasan tersebut serta lalu lintas antara lokasi tersebut dengan lokasi lain yang sudah ada terlebih dahulu . Seorang ahli ekonomi juga dibutuhkan untuk mengkaji system dan besaran tariff di lingkungan terminal dan juga mengkaji tingkat kelayakan ekonomi dan keuangan dari rencana pengembangan terminal itu.

SEJARAH EVOLUSI TRANSPORTASI
Transportasi bersifat sebagai kebutuhan turunan. Transportasi terjadi sebagai akibat dari proses pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan sendiri adalah kegiatan yang biasanya dilakukan sehari-hari. Kita sebenarnya tidak perlu bergerak sekiranya semua kebutuhan itu tersedia di tempat kita berada.
Oleh karena itu transportasi berumur setua manusia. Pada manusia yang sederhana sekali pun transportasi menduduki tempat yang penting dalam kehidupannya. Manusia nomaden (berpindah-pindah tempat) guna mencari lading penghidupan yang baru karena tempat yang lama dirasa sudah tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Dan karena kemampuan teknologi masih rendah , sarana transportasi manusia nomaden ini hanya mengandalkan kekuatan jasmani semata. Karena keterbatasan ini jumlah beban yang dibawa tidak banyak, jaraknya tidak terlalu jauh sehingga daerah jelajah juga tidak terlalu luas.

Untuk mengatasi kendala ini manusia mencari cara untuk meningkatkan kemampuan jasmaninya dan mengupayakan sarana pengganti kaki. Dengan demikian daya angkut dan jelajahnya menjadi lebih besar. Sepanjang sejarah , teknologi transportasi berkembang pesat yang pada umumnya didasarkan pada pengamatan pergerakan alami – berjalan, berlari, meluncur, berenang, terbang dan pemindahan tanah oleh air – yang kemudian ditiru oleh manusia (Morlok, 1978,76).
Penggunaan hewan dan penemuan roda mengawali terjadinya perkembangan transportasi. Selanjutnya terjadinya revolusi industri turut pula mempercepat perkembangan transportasi. Kendaraan bermesin mulai digunakan untuk menggantikan tenaga hewan dan manusia. Kecepatan semakin tinggi, jarak jelajah semakin jauh, jaringan transportasi semakin luas yang akhirnya juga menumbuhkan kota-kota baru dengan permasalahan-permasalahan yang kompleks terutama penyediaan prasarana transportasi. Dan dalam hal ini rekayasa transportasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan kota atau daerah.

DAFTAR PUSTAKA
Black,John., 1981. Urban Transport Planning Theory and Practice.Croom Helm, London.
Khisty.C Jotin dan Lall,B.Kent., 1990 Transportation Engineering and Planning/Third Edition, Prentice Hall.
Marler,Nick., 1986. Transport Planning, Teaching Materials MSc Course in Highway Engineering And Development,ITB-UCL Bandung.
Morlok,E.K, 1978. Introduction to Transportation Engineering and Planning, McGraw-Hill Ltd.
Tamin, O.Z., 2000. Perencanaan dan Permodelan Transportasi. ed.ke-2, Penerbit ITB, Bandung.
http://jiyuee.blogspot.com/

Wednesday, 2 July 2014

Jarak dan Perpindahan

jarak dan perpindahan mempunyai definisi yang berbeda.

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah. 
Perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda beserta dengan arah geraknya.
Perpindahan dirumuskan dengan posisi akhir - posisi mula-mula.

Hasil Praktikum Fisika Dasar

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, pada akhirnya Kami dapat menyelesaikan Laporan Praktek Fisika dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Dasar.

Adapun tujuan dari Laporan Praktek Fisika ini, agar kami sebagai mahasiswa dapat memahami dan mengetahui tentang Fisika  dan salah satu prasarat dalam kegiatan akademis pada mata kuliah Fisika.

Dalam menyusun Tugas ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang Kami alami, namun berkat dukungan dan dorongan dari orang terdekat, Kami mampu menyelesaikan Tugas ini. Oleh karena itu, Kami mengucapkan terima kasih kepada :

1.      Dosen mata kuliah Fisika Dasar yang telah memberikan bimbingan kepada Kami setiap saat.
2.      Orang tua dan keluarga yang banyak memberikan motivasi dan dorongan, baik secara moril maupun materil.
3.      Teman – teman Mahasiswa  Teknik Sipil Universitas Yudharta Pasuruan serta semua pihak yang ikut membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Laporan Praktek Fisika ini.
Kami sadar dalam penyusunan Laporan Praktek Fisika ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, Kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna  penyusunan Laporan Praktek Fisika yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Semoga penyusunan Laporan Praktek Fisika ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi Kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Pasuruan, 18 Juni 2014
Kelompok 3

Proses Pembutan Bata Merah


Bata merah :sebagai bahan pembuat dinding. terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna  kemerahan, Harga lebih ekonomis daripada lainnya

Analisa Struktur 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, pada akhirnya Kami dapat menyelesaikan Tugas akhir semester 2 menyusun ANALISA STUKTUR 1 menjadi buku dengan baik dan tepat waktu. Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisa Struktur 1.

Adapun tujuan dari tugas Akhir ini, agar kami sebagai mahasiswa dapat memahami dan mengetahui tentang struktur dan salah satu prasarat dalam kegiatan akademis pada mata kuliah Analisa Struktur 1.

Dalam menyusun Tugas ini, tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang Kami alami, namun berkat dukungan dan dorongan dari orang terdekat, Kami mampu menyelesaikan Tugas ini. Oleh karena itu, Kami mengucapkan terima kasih kepada :

1.      Dosen mata kuliah Analisa Struktur 1 yang telah memberikan bimbingan kepada Kami setiap saat.
2.      Orang tua dan keluarga yang banyak memberikan motivasi dan dorongan, baik secara moril maupun materil.
3.      Teman – teman Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan serta semua pihak yang ikut membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Tugas Akhir Analisa Struktur 1 ini.

Kami sadar dalam penyusunan Tugas Akhir Analisa Struktur 1 ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, Kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna  penyusunan Tugas Akhir  yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Semoga penyusunan Tugas Akhir Analisa Struktur 1  ini bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi Kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.